Selama ini kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPA paket B dan SMP reguler tidak berlangsung dengan baik bahkan ada kecendrungan siswa malas belajar. Hal ini antara lain dapat diamati dari beberapa aktivitas berikut : 1) Siswa malas mengerjakan PR/tugas, 2) Siswa kurang memperhatikan Guru dalam proses belajar mengajar, 3) Siswa cenderung tidak mengikuti pelajaran.
Dari observasi terhadap siswa kebanyakan mereka berpendapat bahwa pelajaran IPA itu sangat sulit sehingga minat belajar sangat rendah karena merasa tidak pernah berhasil dan tidak pernah mengerti.
Rendahnya minat belajar IPA ini membawa dampak lanjutan berupa:
1) Siswa menjadi enggan bertanya atau menjawab pertanyaan,
2) Siswa kesulitan dalam memahami materi,
3) Tingkat kemampuan penerapan atau aplikasi siswa rendah,
4) Siswa kesulitan mengerjakan soal hitungan.
5). Guru kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran
6). Ketepatan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Dampak yang paling signifikan adalah rendahnya daya serap siswa sehingga nilai mata pelajaran IPA siswa pada umumnya rendah. Rendahnya minat belajar menyebabkan nilai siswa rendah demikian juga sebaliknya. Akan tetapi yang lebih utama adalah tindakan terhadap peningkatan minat belajar sekaligus menanamkan citra (image) bahwa belajar IPA itu menarik dan menyenangkan, bukan sesuatu yang harus ditakuti
Daya ingat rata-rata manusia sangat keterkaitan dengan perannya indra dalam penyerapan suatu pesan. Perannya indra berkaitan dan berpengaruh langsung dengan pemaanfaatan media sebagai penyampai informasi, sehingga dalam suatu pembelajaran guru harus mampu memanfaatkan dan memilih berbagai media, metode dan model pembelajaran yang tepat dengan materi yang akan diajarkan sehingga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar